Sabtu, 26 Januari 2013

Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Sempat Ditolak

Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Sempat Ditolak

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Minggu, 27 Januari 2013 12:35 wib wib
Ilustrasi (Okezone)
Ilustrasi (Okezone)
JAKARTA- Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan untuk  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bertujuan untuk mengurangi hujan sehingga banjir dapat diredam. Upaya itu dilakukan dengan menghambat pertumbuhan awan dan menjatuhkan hujan di luar daerah rawan banjir. Tapi mengapa operasi TMC baru dilakukan setelah banjir melanda DKI Jakarta dan daerah sekitarnya?

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) hujan buatan BPPT, Heru Widodo, operasi TMC dilakukan setelah ada permintaan dari Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. “Kami pernah menawarkan teknologi itu ke Pemda-Pemda, tapi tidak ada respons, barulah sekarang mereka meminta. Sebelumnya Pemda yang pernah menggunakan teknologi itu, adalah Sumatera Selatan, saat itu SEA Games dan kami berhasil hingga 80 persen, hujan tidak turun di area SEA Games,” kata Heru kepada okezone, Minggu (27/1/2013).

Kata Heru, operasi TMC ini memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Teknologi ini dihitung per hari, sehari itu biayanya mencapai Rp114 juta, biaya yang membengkak ada di pesawat,” katanya.

Kali ini, BPPT bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menggelar operasi TMC selama dua bulan, mulai dari 26 Januari hingga 25 Maret 2013. “Sehari kami akan terbang pada jam 12.00 WIB, dengan empat pesawat. Tapi bila awan hujan telah terlihat kami bisa terbang pada jam 10.00 WIB. Kemarin kita berhasil menurunkan hujan di Selat Sunda, sehingga awan kita halau sebelum di Jakarta,” katanya.

0 komentar:

Posting Komentar

adsensecamp

Total Tayangan Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini