Sabtu, 26 Januari 2013

Marzuki: Jika Aceng Kerahkan Massa, Tangkap Saja!


Marzuki: Jika Aceng Kerahkan Massa, Tangkap Saja!

Tegar Arief Fadly - Okezone
Jum'at, 25 Januari 2013 02:02 wib
Aceng HM Fikri (Dok: RCTI)
Aceng HM Fikri (Dok: RCTI)

Kabar ini muncul pascaputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan pengajuan pemakzulan Aceng sebagai bupati oleh DPRD Kabupaten Garut, karena dianggap telah bertindak melenceng dari moral pejabat dengan menikahi seorang gadis belia yang kemudian diceraikannya setelah empat hari.

"Kalau mengerahkan massa ya tidak boleh. Ini negara hukum. Itu cacat politik. Enggak boleh itu. Tangkap saja! Tidak ada ceritanya melawan negara dengan mengerahkan massa. Negara tidak bisa dilawan," kata Marzuki dalam keterangannya kepada Okezone, Kamis (24/1/2013).

Menurut Marzuki, tidak selayaknya seorang pejabat negara melakukan hal tersebut hanya untuk mempertahankan jabatanya. Jika Aceng ingin melawan putusan MA tersebut, harusnya dilakukan lewat jalur hukum.

"Dia boleh melaksanakan langkah-langkah hukum. Silakan. Mau menuntut MA juga silakan. Tapi kalau mengerahkan massa untuk mempertahankan jabatan, itu lain persoalan. Itu tindakan melanggar hukum," tegasnya.

Menurut Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini, ada persepsi yang berbeda mengenai pernikahan siri dan kilat empat hari yang dilakukan Aceng dengan gadis berusia 18 tahun bernama Fani Oktora.

"Mereka berpikir dalam versi hukum agama itu dia sah. Nikahnya sah dan tidak ada aturan agama yang dilanggar. Mereka berpandangan hukum agama tidak bisa diadili oleh MA," imbuhnya.

Siapapun yang ingin menjadi pejabat publik, sambungnya, tentunya ada aturan-aturan negara yang harus dipenuhi. Hukum agama harus dihargai, tetapi hukum publik harus diikuti. Oleh sebab itu, Marzuki menilai keputusan MA tersebut sudah tepat.

"Dari sisi agama ya sah-sah saja menikahi anak yang sudah layak dinikahi. Tapi kalau dari sisi hukum negara ya tidak patutlah. Kan ada UU tentang perlindungan anak. Kita sebagai warga negara harus patuh terhadap hukum negara, dan itu perintah nabi. Jangan sampai kita melanggar hukum negara. Jadi saya mengapresiasi putusan MA," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar

adsensecamp

Total Tayangan Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini