Sabtu, 03 November 2012

TRADISI “ZIARAH” LAUT SELATAN

17th August 2012 | By: Mbah Suro

Pantai Ketawang sejak jaman dulu sudah banyak dikenal orang khususnya masyarakat Kabupaten Purworejo, apalagi saat perayaan Idul Fitri, banyak orang tua, anak-anak remaja bahkan balita mengunjungi pantai tersebut untuk rekreasi setelah melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan.
Saya masih teringat pada tahun 60 an, saya dan kakak serta Mbah Putri selalu mengajak saya dan kakak saya untuk pergi ke Pantai Ketawang pada hari kedua setelah Lebaran dengan berjalan kaki dari Wingko, Piyono, Seboropasar, Secang, Tanjung (Siwatu), Pasar Grabag dan menelusuri jalan raya kearah kepantai Ketawang. Pergi kepantai Ketawang bukan sekedar untuk rekreasi, tetapi ada maksud untuk “ziarah” kelaut selatan. Sebelum sampai kebibir pantai sudah tampak banyak berjejer penjual makanan dan penjual kembang sebagai sarana untuk sesaji.
Setelah sampai kepinggir laut, saya dan simbah Putri menggali pasir sedalam kurang lebih satu lutut dan meletakkan kembang sesaji dengan berharap kalau ada gelombang yang cukup besar lubang yang kami gali bisa terisi air laut. Ternyata benar setelah beberapa saat menunggu ada gelombang yang cukup besar, galian kami terisi air laut dan simbah putri menyuruh kami semua untuk cuci muka dan cuci kaki agar kami mendapat keselamatan dan berkah katanya. Kami hanya menurut saja apa yang diperintahkan Mbah Putri.
Kebiasaan ini kami jalani dari tahun ketahun selama Mbah Putri masih sugeng, kami tidak berani menanyakan apa makna dari ritual tersebut apalagi protes, justru kami merasa senang setiap tahun diajak Simbah Putri untuk melakukan semacam ziarah kelaut selatan sambil plesir.
Dengan perkembangan jaman dan semakin majunya peradaban manusia, acara ritual tersebut lama kelamaan mulai ditinggalkan dan hilang bagai ditelan bumi. Pantai Ketawang sekarang berubah menjadi tempat rekreasi, dahulu orang pergi kelaut selatan hanya pada saat Lebaran, sekarang sudah berbeda. Setiap hari minggu pantai Ketawang dipenuhi pengunjung layaknya tempat rekreasi pantai. Tidak hanya pantai Ketawang saja, pantai Keburuan, pantai Jatimalang dan pantai Congot menjadi tujuan wisata setiap hari minggu. Sampai tahun 70 an tidak satupun perahu berani mengarungi laut selatan, tapi saat ini sepanjang pantai selatan Purworejo sudah banyak perahu penangkap ikan, walau kadang tidak dapat melaut karena adanya musim angin barat. Saat liburan panjang jalan menuju pantai Ketawang atau Jatimalang sudah terjadi kemacetan lalu lintas layaknya Jakarta.
Dipantai Jatimalang anda tak usah khawatir untuk mencari kuliner, sampai menjelang malampun hidangan seafood tetap buka, sayang harganya hampir-hampir sama dengan hidangan seafood Jakarta. Demikian tadi sekedar kenangan masa kanak-kanak saya dalam mengukuti “ziarah” laut selatan bersama Mbah Putri.
Akhirnya saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H dan Mohon maaf lahir dan bathin. Wasalam Mbah Suro……

0 komentar:

Posting Komentar

adsensecamp

Total Tayangan Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini