Sabtu, 03 November 2012

TEMPO.CO, New York--Apple merupakan perusahaan produk digital tersukses saat ini. Perusahaan yang didirikan Steve Jobs ini berhasil meningkatkan nilai kapitalisasi pasarnya hingga menjadi $ 559 miliar (sekitar Rp 5,690 triliun).
Dua tahun lalu, perusahaan ini juga berhasil menyalip nilai kapitalisasi pasar Microsoft, musuh bebuyutannya, dan tidak terkejar hingga saat ini. Meski perusahaan mengantongi uang berlimpah, manajemen tetap bersikap hati-hati dalam mengantisipasi gangguan di masa depan.
Berikut ini sejumlah potensi gangguan yang harus diwaspadai berdasarkan penilaian manajemen yang disampaikan kepada otoritas Bursa Efek New York.
1. Perekonomian global yang terus labil. Ini terjadi karena beban utang yang begitu besar yang ditanggung sejumlah negara di Eropa termasuk Amerika Serikat. Ini bisa memicu melonjaknya harga bahan bakar, biaya kesehatan, dan bertambahnya pengangguran. Dan dengan biaya konsumsi yang naik, maka penjualan produk Apple menjadi lebih sulit.
2. Konsumen terus menerus membeli produk tiruan Apple yang murah meriah. Gangguan ini terutama untuk produk mobilenya, seperti iPhone dan iPad. Meski begitu manajemen mengaku optimistis karena desain fisik dan piranti lunak kedua produk itu masih mengungguli produk para pesaing.
3. Apple bisa keliru membuat produk yang ternyata kurang diminati para calon pengguna. Membuat produk laris manis memang keahlian Apple terutama Steve Jobs, sejak memimpin Apple kembali. Namun sekarang itu harus dilakukan manajemen baru sejak Jobs meninggal dunia pada Oktober tahun lalu.
4. Perusahaan penyuplai komponen mulai menaikkan harga. Ini bisa terjadi jika mereka tidak memiliki pesaing yang kuat. Saat ini sejumlah komponen produk Apple disuplai oleh segelintir penyuplai. Jika mereka bersekongkol menaikkan harga maka harga jual produk Apple bakal melejit.
5. Terjadinya gangguan stabilitas keamanan di Asia. Ini bisa mengganggu pihak ketiga dalam menyuplai bahan baku dan komponen yang dibutuhkan Apple. Bencana alam juga bisa menimbulkan gangguan serupa.
6. Kalangan industri Hollywood menghentikan lisensi produk mereka ke iTunes. Tanpa film, acara telvisi, buku dan lagu, maka iTunes menjadi toko yang kosong. Padahal daya tarik membeli piranti Apple adalah akses ke berbagai konten gratis di iTunes.
7. Apple kedapatan menjiplak teknologi pihak lain. Sejauh ini Apple beberapa kali digugat pihak lain terkait penggunaan hak kekayaan intelektual. Meski pernah terbukti bersalah, Apple bisa menyelesaikan lewat jalur negosiasi. Namun ini bisa berbahaya jika Apple terkena denda yang besar.
8. Developer pihak ketiga berhenti membuat aplikasi untuk Apple. Ini bisa mengecewakan konsumen dan berakibat pada penjualan produk.
9. Jika Google dan Amazon berhasil  membajak petinggi kunci Apple. Ini bisa berdampak langsung pada kinerja perusahaan. Tenaga berpengalaman di dunia industri digital sangat diminati, terutama di Silicon Valley.

0 komentar:

Posting Komentar

adsensecamp

Total Tayangan Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini