Sabtu, 10 November 2012

“Saya Bangga Jadi Orang Kuningan”

Judul tulisan ini saya kutip dari sambutan Bupati Kuningan, Bpk. H. Aang Hamid Suganda, S.Sos., ketika menghadiri acara Halal Bilhalal Iedul Fitri 1432 H. dengan para tokoh masyarakat, para perantau, hadirin undangan, dan masyarakat umum yang diselenggarakan di Desa tanah kelahiran orang tua beliau yakni Desa Karangtawang Kec./Kab. Kuningan (Ibunda beliau dari Kel. Winduhaji, ayahandanya dari Desa Karangtawang) pada hari Kamis tanggal 2 Syawal 1432 H atau 1 September 2011 M. Pada kesempatan itu penulis ikut menyimak isi pidato/sambutan beliau. Ya, itulah kata-kata beliau yang saya ingat terus bahwa orang Kuningan harus bangga dengan tanah kelahirannya. Pak Bupati juga bangga jadi orang Kuningan, dan dipercaya memimpin kabupaten ini. Masyarakat Kuningan pada umumnya juga hendaknya bangga pula telah dilahirkan di tanah kelahirannya, wilayah Kabupaten Kuningan. Mengapa harus bangga…????
Barangkali tidak berlebihan, dan ini juga merupakan hal yang wajar bila hal ini kita kaitkan dengan unsur “semangat nasionalisme” (cinta tanah air) yakni cinta pada tanah tumpah darah tanah kelahirannya. Namun dalam hal ini memang “nasionalisme”nya bukan Indonesia secara umum namun ditujukan untuk semangat “mencintai daerah asal kelahirannya” sendiri. Dan itu pasti semua orang akan setuju serta mempunyai pikiran yang sama bahwa “mencintai daerah asal kelahiran” pasti ada di benak masing-masing, dan itu sebabnya dalam setiap moment Iedul Fitri selalu ada tradisi mudik “pulang kampung”, kembali pulang ke tanah kelahirannya setahun sekali untuk bersilaturahmi kumpul bersama keluarga di kampung.  Begitu pula halnya dengan kecintaan orang Kuningan dengan kampung halamannya banjar karang pamidangan, bali geusan ngajadi. Dan itu juga diekspresikan dalam pidato Bupati Kuningan seperti tersebut di atas.
Mengapa harus bangga dengan Kuningan ? Jawabannya dilanjutkan dalam pidato itu bahwa Bupati Kuningan yang telah lama merantau ke luar daerah pada suatu saat dirinya merasa terpanggil untuk kembali pulang kampung dan memimpin Kuningan. Dirinya yang berlatar belakang seorang pengusaha sukses, berkeinginan pula untuk mensukseskan, memajukan Kuningan tanah air kelahirannya. Sebenarnya banyak tokoh orang Kuningan yang sukses hidup di perantauan bahkan menjadi tokoh kaliber regional, nasional, dan internasional. Bahkan kehebatan orang Kuningan di ibukota Jakarta disebut dalam singkatan “Babikuning” maksudnya tokoh-tokoh pejabat di ibukota Jakarta rata-rata dipegang oleh orang-orang “Batak-Bima-Kuningan”. Ada lagi sebutan lainnya yang menyebut rata-rata perantau asal Kuningan banyak yang berhasil sukses taraf hidupnya karena banyak yang menjadi pegawai “BRI” (maksudnya pedagang Bubur-Rokok-Indomie) itu yang berasal dari kalangan menengah bawahnya. Itulah hebatnya masyarakat perantau asal Kuningan.
Bila kita perhatikan dalam segi kemajuan internal daerah Kuningan, kabupaten ini juga mengalami kemajuan yang signifikan. Banyak hasil pembangunan yang telah berhasil dilaksanakan, baik pembangunan supra struktur maupun infra struktur. Bahkan yang jelas terasa yakni pembangunan jalan raya utama di wilayah Kab Kuningan yang seluruhnya licin dan mulus karena dihotmix, sehingga menurut Pak Bupati ada julukan khusus bagi bahan guyonan beliau di kalangan pejabat rekanan beliau yakni namanya diplesetkan dari Aang Hamid Suganda dengan nama Aang Hotmix. Maksudnya pujian kepada beliau karena berhasil membangun jalan di wilayah Kab Kuningan dengan hotmix secara keseluruhan. Banyak keberhasilan beliau memajukan Kuningan selama menjabat Bupati Kuningan dalam 2 periode ini. Tidak saya sebutkan satu persatu, karena sudah dirilis oleh Bag. Humas Pemda Kng. Itulah sekelumit tentang mengapa “Saya Bangga Jadi Orang Kuningan”.

0 komentar:

Posting Komentar

adsensecamp

Total Tayangan Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini