Rabu, 31 Oktober 2012

Wanita Filipina Divonis Mati di Vietnam Atas Kasus Narkoba

Rita Uli Hutapea - detikNews
Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda
Ilustrasi
Hanoi, - Seorang wanita Filipina divonis mati oleh pengadilan Vietnam atas kasus penyelundupan narkoba ke negeri itu. Wanita berumur 61 tahun itu terbukti bersalah atas penyelundupan lebih dari 5 kilogram sabu-sabu.

Amodia Teresita Palacio ditangkap pada April lalu di bandara Hanoi, Vietnam. Wanita itu kedapatan memiliki lebih dari 5 kg sabu-sabu. Oleh pengadilan Vietnam, dia dinyatakan bersalah karena telah berulang kali masuk ke Vietnam dari Thailand untuk menyelundupkan narkoba.

Demikian disampaikan seorang staf pengadilan Vietnam seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (31/10/2012).

Aturan hukum Vietnam mengenai narkoba termasuk yang paling ketat di dunia. Bahkan siapapun yang terbukti bersalah atas kepemilikan lebih dari 500 gram heroin akan diancam hukuman mati.

Pada Juni lalu, pengadilan Vietnam menghukum mati seorang mahasiswa Thailand berumur 23 tahun atas penyelundupan tiga kilogram sabu. Saat ini ada lebih dari 400 terpidana mati di negeri itu, yang kebanyakan dihukum atas kasus-kasus narkoba atau pembunuhan. Namun eksekusi mati telah menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak Juli 2011, ketika Vietnam mengubah hukuman mati yang semula dengan tembak mati menjadi suntik mati, belum ada tahanan yang dieksekusi. Sebabnya, Vietnam kekurangan obat-obat mematikan yang diperlukan untuk menyuntik mati tahanan.

0 komentar:

Posting Komentar

adsensecamp

Total Tayangan Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini