Rabu, 31 Oktober 2012


Minta Maaf atas Tragedi Hillsborough, PM Inggris Menangis

Windi Wicaksono - Okezone
Kamis, 13 September 2012 15:32 wib
David Cameron saat meminta maaf (Foto: Reuters)
David Cameron saat meminta maaf (Foto: Reuters)
LIVERPOOL – Terungkapnya kebenaran dalam kasus Tragedi Hillsborough pada tahun 1989, yang menyebabkan tewasnya 96 orang fans Liverpool, membuat Perdana Menteri Inggris, David Cameron harus meminta maaf.

Tragedi Hillsborough adalah tragedi yang terjadi karena suporter yang saling berjejalan di tribun penonton pada tanggal 15 April 1989 di Hillsborough, markas Sheffield Wednesday. Saat itu, Liverpool tengah menjalani pertandingan semifinal FA Cup antara Liverpool dan Nottingham Forest.

Saat itu, Liverpudlian disebut sebagai penyebab Tragedi Hillsborough, karena dalam laporan kepolisian setempat dan panitia pertandingan, disebutkan banyak Liverpudlian yang mabuk dan berbuat onar. Bahkan, laporan lain menyebutkan, banyak fans Liverpool yang masuk ke stadion tanpa memiliki tiket.

Para keluarga korban Hillsborough menolak klaim tersebut dan menuntut keadilan untuk menyelidiki kebenaran dari tragedi itu. Selama 23 tahun, akhirnya keluarga 96 korban mendapat keadilan setelah dilakukan penyelidikan.

Dalam penyelidikan yang dilakukan Hillsborough Independent Panel (HIP), diketahui adanya pemalsuan dokumen laporan berita acara dari kepolisian dan panitia pertandingan. Dokumen lain menyebut adanya kelalaian polisi South Yorkshire, Sheffield dalam mengantisipasi jumlah penonton yang membludak.

Kesalahan polisi pada kejadian tersebut, yang menyebabkan tewasnya para pendukung Liverpool karena kehabisan nafas akibat terhimpit, seakan disembunyikan atau ditutup-tutupi.

David Cameron di tengah pidato kenegaraannya secara resmi meminta maaf kepada fans Liverpool, khususnya keluarga korban Tragedi Hillsborough. Dia menyebut adanya ketidakadilan ganda, yang selama ini diterima korban Tragedi Hillsborough.

Bahkan, Cameron sampai tertunduk dan meneteskan air mata atas kesalahan pemerintah terdahulu, di era Perdana Menteri Margaret Thatcher, yang ikut menyalahkan Liverpudlian atas tragedi dengan jumlah korban terbanyak dalam sejarah kecelakaan di sebuah stadion di Inggris Raya itu.

“Dengan adanya bukti baru dalam laporan ini, tepat hari ini saya sebagai Perdana Menteri membuat permintaan maaf untuk keluarga 96 korban dan untuk mereka semua yang telah menderita selam 23 tahun,” ujar Cameron, seperti dilansir Daily Mail, Kamis (13/9/2012).

"Atas nama pemerintah dan juga negara, saya sangat menyesal untuk ketidakadilan ganda ini yang berlangsung begitu lama," lanjutnya.

Dia juga merasa pemerintah tidak mampu menjaga dan melindungi rakyatnya saat itu. Cameron secara tegas menjelaskan, jika fans Liverpool sama sekali tidak bersalah atas insiden tersebut di hadapan anggota parlemen Inggris.

Cameron juga mengatakan bahwa Jaksa Agung, Dominic Grieve, akan meninjau laporan secepat mungkin untuk memutuskan apakah pengadilan tinggi untuk membuat laporan baru soal tragedi Hillsborough.

"Tapi, penyelidikan tidak memiliki akses ke semua dokumen tersedia, hal ini diikuti oleh pemeriksaan yang berjalan kontroversial dan cerita versi media yang berusaha untuk menyalahkan para suporter (Liverpool)," terangnya.

“Pemerintah merasa bahwa tak ada yang seharusnya disembunyikan dan semua dokumen yang ada soal tragedi seharusnya tersedia untuk penyelidikan.Hasilnya pemerintah hanya memiliki waktu yang sangat terbatas untuk mempelajari bukti sejauh ini. Tapi, sudah sangat jelas bahwa banyak temuan dari laporan itu sangat menyedihkan," jelas Cameron.

"Ini jelas salah dan menyebabkan pelanggaran besar terhadap suporter, rasa sedih dan perasaan terluka," tutupnya.

0 komentar:

Posting Komentar

adsensecamp

Total Tayangan Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini